Mobile Premier League Hengkang Dari Indonesia, Sekitar 100 Pegawai Terkena PHK

ENSIPEDIA.ID, KARAWANG – Mobile Premier League (MPL) telah memutuskan untuk tidak beroperasi lagi di Indonesia. MPL merupakan startup asal India yang telah hadir di berbagai negara di Asia Pasifik, Amerika Serikat dan Eropa. Namun kini dinyatakan mundur dari Indonesia seperti yang diumumkan oleh perusahaannya langsung melalui akun Instagram resminya.

“MPL Indonesia sudah tidak beroperasi dan menerima pengguna baru saat ini. Terima kasih atas dukungan dan perhatiannya,” tulis MPL Indonesia.

Kejadian ini berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 10% orang pegawainya. Walau begitu kepada karyawan yang terdampak tetap akan mendapat pesangon dan manfaat lainnya.

Mundurnya MPL dari Indonesia disebabkan oleh ekosistem startup India yang sedang terjadi perlambatan akibat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini.

“Beberapa bulan terakhir ini gila. Filosofi pertumbuhan dengan segala cara sekarang terbalik. Saat ini pasar menghargai pertumbuhan yang menguntungkan daripada pertumbuhan dengan segala cara,” ungkap Sai Srinivas dan Shubh Malhotra selaku pendiri MPL.

Mereka juga menghapus produk streaming di aplikasi MPL. Berita ini bisa dibilang cukup ironis karena segmen game platform mobile merupakan salah satu segmen yang diuntungkan dari pandemi Covid-19. Logikanya, karena banyak orang yang berdiam di rumah akibat pandemi mengakibatkan meningkatnya presentase jumlah unduhan game mobile .

Berdasarkan laporan dari perusahaan konsultan RedSeer, unduhan aplikasi di India telah mengalami peningkatan sebesar 50% dan keterlibatan pengguna sebesar 20%.

Akibatnya perusahaan akan berfokus pada pencapaian netralitas EBITDA sembari berfokus pada pasar global utama dan menutup bisnis yang tidak berjalan baik.

Narrator
Penikmat gorengan. Penikmat lagu-lagu hardrock. Dan selalu berusaha menikmati hidup.

Latest articles

Related articles