Meta Technical Pause, Kontroversi Yang Mewarnai SEA Games 2021

ENSIPEDIA.ID, KARAWANG – Laga final SEA Games 2021 yang diselenggarakan di Vietnam National Convention Center, Hanoi, Vietnam. Dengan hasil 1-3 dan Filipina keluar sebagai juara sedangkan Indonesia harus puas dengan menempati posisi kedua.

Laga final berjalan dengan diwarnai beberapa kontroversi. Bahkan prosesi pengalungan medali sampai harus ditunda 2 jam lebih. Diduga semua itu disebabkan oleh protes timnas Mobile Legends Indonesia setelah pertandingan usai.

Layangan protes timnas Indonesia diduga karena anggapan timnas Filipina telah melakukan pelanggaran karena terlalu banyak melakukan pause. Dan setelah 1 jam lebih berdialog dengan panitia penyelenggara, timnas Indonesia harus tetap menerima keputusan bahwa protes yang diajukan tidak memenuhi kriteria.

Pada gim keempat Filipina berhasil mengunci pertandingan saat mereka berhasil meratakan seluruh hero dari timnas Indonesia pada menit ke-10 sehingga menciptakan situasi Wipe Out. Gonzales dan kawan-kawan pun langsung melakukan push untuk menghancurkan base Indonesia. Dan momen inilah yang membawa kemenangan bagi Filipina.

Setelah dikalahkan dengan skor akhir 1-3 di partai final dengan sistem best of five (BO5) para pemain timnas Indonesia terlihat tampak begitu terpukul ketika turun dari stage.

Salah satu pemain timnas Indonesia yakni Rivaldi Fatah (R7) menangis di pelukan sang pelatih James Chen. Sementara Calvin (VYN) dan Calvin Winata (CW) hanya banyak diam duduk dan tertunduk.

“Apa yang terjadi, sudah terjadi. Kita harus move on dari ini,” ucap James Chen menenangkan Calvin Winata.

Di samping itu, sang Kepala Pelatih Timnas Indonesia yakni Richard Permana sedang berdebat berdialog dengan panitia penyelenggara. Richard Permana berkali-kali memprotes Filipina yang terlalu banyak meminta technical pause. Beberapa official timnas Mobile Legends Indonesia juga ikut membantu Richard dalam berargumen dengan pihak penyelenggara.

Satu jam berlalu Richard meminta para pemain timnas Indonesia untuk mengikuti seremoni penyerahan medali terlebih dahulu sambil menunggu keputusan panitia penyelenggara tentang protes yang dilayangkan Indonesia. Richard Permana mengatakan kepada para pemain timnas bahwa jika protesnya diterima maka akan ada kemungkinan pertandingan ulang.

Pada pukul 14.30 WIB seremoni penyerahan medali akan dimulai. Namun seremoni tersebut harus ditunda. Richard dan official timnas Indonesia terlihat keluar masuk ruangan. Lalu pada pukul 16.00 WIB seremoni penyerahan medali pun dimulai. Richard nampak lemas dan memilih untuk tidak melihat penyerahan medali.

Akhirnya Timnas Mobile Legends Indonesia naik ke podium kedua untuk menerima medali perak pada ajang SEA Games 2021.

Menurut informasi yang diambil dari Kompas.com yang berkesempatan menemui Manajer Timnas Esport Indonesia, Tjahjono Prasetyanto, menurut sang Manajer protes yang dilayangkan Indonesia berupa anggapan bahwa Filipina telah melakukan pelanggaran terkait technical pause.

“Di game terakhir, ada kejanggalan yaitu Filipina banyak meminta pause. Padahal, dalam technical hand book, aturan permintaan pause setiap tim itu dibatasi,” ucap Tjahjono kapada Kompas.com.

“Kedua, kami mengajukan banding terkait pause Filipina tersebut apakah sengaja atau tidak. Artinya, jika mereka sengaja, itu tentu sangat memengaruhi pemain Indonesia,” ucap Tjahjono.

“Selanjutnya, kami melihat pemain-pemain Filipina berbicara ketika technical pause. Padahal, dalam aturan setiap pemain tidak boleh berbicara selama technical pause,” ucap Tjahjono.

“Kami juga protes karena ketika technical pause dicabut, pemain kami tidak menerima informasi. Harusnya secara fair ada pemberitahuan terlebih dahulu. Namun, ini rata-rata permainan mendadak dilanjutkan,” lanjut Tjahjono.

Tjahjono pun mengungkapkan rasa kecewanya terhadap panitia penyelenggara SEA Games 2021 karena tidak melakukan investigasi menyeluruh. Ia juga memberikan kritik pada kesiapan panitia penyelenggara.

“Biasanya dalam penyelenggaraan pertandingan Esports ada rekaman menyeluruh. Di sini tidak ada. Jadi, alasan Filipina meminta pause itu tidak bisa diketahui,” ucap Tjahjono.

“Panitia penyelenggara juga seharusnya mendatangkan ahli bahasa agar kita semua tahu apa yang diucapkan pemain Filipina ketika technical pause. Namun, investigasi panitia di sini tidak menyeluruh,” lanjut Tjahjono.

“Panitia penyelenggara kemudian menyatakan bahwa protes atau banding Indonesia tidak terbukti. Mereka menyatakan tidak memenuhi kriteria. Kami akan melaporkan hal ini ke CdM,”

“SEA Games itu adalah turnamen internasional. Seharusnya panitia penyelenggara profesional dan bisa memastikan pertandingan tidak terganggu masalah teknis agar pertandingan bisa fair,” kata Tjahjono menambahkan.

Filipina memang sering meminta technical pause pada gim keempat. Dan bahkan sempat 2 kali meminta technical pause di 3 menit awal pada gim keempat.

Menurut Rivaldi Fatah technical pause sangatlah mengganggu yang otomatis akan mengganggu konsentrasi pemain. Walau begitu ia tetap sportif menerima kekalahannya dan mengakui keunggulan Timnas Mobile Legends Filipina.

“Kondisi pertandingan tidak kondusif karena sering terhenti karena pause. Ada kendala koneksi juga. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Rivaldi Fatah kepada Kompas.com.

“Filipina memang kuat. Dari dulu kita akui itu. Namun, saya yakin kalau ada orang Indonesia yang bisa mengontrol ego dan emosi, mungkin kita bisa mengimbangi Filipina,” lanjut Rivaldi.

“Pertandingan hari ini juga pagi. Kami masih belum terbiasa. Mungkin itu bisa menjadi pembelajaran untuk kami ke depannya,” kata Rivaldi menambahkan.

James Chen menduga Filipina sengaja meminta technical pause lalu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengatur strategi saat itu juga ketika pertandingan dijeda.

Ia juga mengungkapkan rasa kecewanya pada pihak pihak panitia penyelenggara karena tidak kunjung memperbaiki teknis yang bermasalah pada jeda pertandingan.

“Dalam buku aturan, setiap tim hanya diperbolehkan meminta pause lima kali. Namun, mereka (Filipina) meminta banyak pause,” ungkap James kepada Kompas.com.

“Kami menduga ini bukan hanya masalah teknis. Mungkin mereka ingin mengatur strategi ketika pause. Itulah mengapa kami protes,” ucap James.

“Jeda antar pertandingan itu hanya lima menit. Seharusnya panitia melakukan perbaikan terlebih dahulu saat jeda jika memang ada masalah teknis agar pertandingan selanjutnya tidak terganggu,” lanjut James.

“Terlepas dari hal itu, para pemain sudah mengeluarkan kemampuan terbaik. Namun, mungkin kemampuan terbaik kami masih belum cukup. Kami harus belajar dan berlatih lebih keras lagi,”

Bagaimana menurut kalian? Apakah dugaan Coach James benar bahwa Filipina meminta technical pause secara sengaja untuk mengubah strategi mereka di tengah pertandingan? Hmmm sus.

Narrator
Penikmat gorengan. Penikmat lagu-lagu hardrock. Dan selalu berusaha menikmati hidup.

Latest articles

Related articles