Bukan Mobile Legends, Valorant & Dota 2 Punya Presentase Tertinggi Kasus Ujaran Kebencian Dan Pelecehan Anak

ENSIPEDIA.ID, PEKANBARU – Game online memang sangat seru dimainkan karena kita bisa bermain melawan pemain sungguhan. Apalagi game kompetitif online yang sangat menuntut skill bermain agar bisa menang dalam bersaing dengan lawan.

Lantaran kita bermain bersama atau melawan pemain sungguhan, maka sudah tentu akan disematkan fitur chat yang membolehkan kita berkomunikasi dengan tim maupun lawan. Namun fitur chat sering kali digunakan dengan cara yang salah. Yang awalnya digunakan untuk berkomunikasi malah digunakan untuk mengutarakan ketidaksukaan atau bahkan kebencian.

Memang betul saat kita dibuat kesal oleh tim atau lawan, kerap kali kita ingin berkata kasar. Namun bukan hal yang benar jika kita mengata-ngatai tim maupun lawan dengan perkataan.

Bersumber dari ADL atau sebuah organisasi anti kebencian terkemuka di dunia, ada sebanyak 67% anak muda usia 10-17 tahun menerima perkataan buruk saat bermain game online multiplayer.

Berikut merupakan daftar judul game online yang memiliki presentase kasus kebencian kepada anak di bawah umur:

  1. Grand Theft Auto (60%)
  2. Final Fantasy XIV Online (61%)
  3. Call Of Duty (63%)
  4. World of Warcraft (64%)
  5. Destiny 2 (65%)
  6. Fortnite (66%)
  7. Dota 2 (71%)V
  8. Valorant (80%)

 

Dapat disimpulkan bahwa Dota 2 dan Valorant punya presentase tertinggi dalam kasus ujaran kebencian kepada anak di bawah umur dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya Dota 2 berada di posisi ketiga namun presentase meningkat sehingga naik ke posisi kedua.

Narrator
Narrator
Penikmat gorengan. Penikmat lagu-lagu hardrock. Dan selalu berusaha menikmati hidup.

Latest articles

Related articles